Creative Idea and Solution via Design Thinking Method (Design Thinking) Part 2

Ini adalah bagian kedua dari Artikel Design Thinking.

Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan design thinking dalam rapid product prototyping.

Design thinking_2

Design thinking adalah suatu cara berpikir yang praktis dan kreatif dalam memecahkan suatu masalah atau pekerjaan. Esensi dari desain thinking ini adalah menggabungkan empati, kreativitas, dan pikiran rasional dalam pemecahan masalah.

Design thinking terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  1. Gaining emphaty
  2. Dig deeper (cari tahu lebih jauh)
  3. Capture finding (tentukan apa kebutuhan mereka dan bagaimana perasaan mereka)
  4. Tentukan batasan masalah / Define Problem Statement (User-X membutuhkkan hal-Y untuk menyelesaikan masalah-Z)
  1. Generate solution for problem (sketch idea)
  2. Get feedback
  3. Iterate idea based on feed back (Then create new solution)
  1. Build solution
  2. Share solution get feedback, rebuild idea

Pada bagian kedua ini kita akan membahas point ke 5 sampai 9 dalam proses Design Thinking.

klik link berikut untuk bagian pertama. http://bit.ly/1M1SmR7

Melalui Proses define problem statement  kita mendapatkan inti dan batasan masalah yang ingin kita selesaikan. Dari inti permasalahan tersebut kita lakukan Sketching Idea / Generate solution for problem. Solusi yang dihasilkan tidak perlu terlalu detail, tidak perlu memperhitungkan banyak komponen tapi intinya buat sebanyak mungkin solusi supaya kita dapat menentukan mana yang relevan dan mana yang tidak. Dan saat kita menemukan hal yang tidak relevan maka bukan berarti kita membuang waktu dengan menemukan hal – hal yang tidak berguna tapi kita telah menemukan solusi yang tidak dapat diaplikasikan pada masalah ini.

Contoh dari list solusi tersebut adalah sebagai berikut :

  • Toko bakery di ruko
  • Toko bakery di food court
  • Toko bakery di depan mall
  • Toko bakery dengan mobil keliling
  • Toko bakery harus memiliki konsep menarik dan menonjolkan pie apel sebagai menu utama.

Setelah list dari solusi kita dapatkan kita bisa menyampaikan ide kita kepada Baker Adam, lalu catat apa saja pendapatnya (Capture Feedback). Baker Adam mungkin setuju dan mungkin tidak setuju dengan pendapat kita. Hal yang terpenting disini adalah jangan mempertahankan ide kita dengan argument – argumet tertentu karena kita bukan membuat solusi untuk diri kita sendiri melainkan untuk Baker Adam.

Dari Capture Feedback dengan Baker Adam kita menemukan bahwa budget Baker Adam terbatas maka toko bakery di foodcourt dan di depan mall tidak memungkinkan. Toko bakery di ruko adalah salah satu solusi terbaik karena selain sebagai Outlet penjualan bisa juga digunakan sebagai Gudang, tempat tinggal dan Garasi sehingga dapat berjalan sekaligus dengan toko bakery dengan mobil keliling. Seluruh toko baik yang di ruko dan mobil keliling harus didekorasi dengan baik dengan tema pie apel.

Proses berikutnya adalah Interate idea based on feed back then create new solution. Kita sudah memberikan solusi dan mendapatkan feedback. Analisa ulang apa yang bisa kita improve pada ide kita dan memberi nilai lebih. Misalnya hal – hal dari Capture Feedback di atas kita improve menjadi usaha franchise Apple Pie Bakery dimana toko pusat utama berupa ruko tapi kita juga mengijinkan para reseller mengambil barang dari kita dan menjualnya dengan berbagai kendaraan keliling, misalnya mobil, motor, sepeda, dan gerobak.

Terakhir kita tentukan solusi akhir yang akan kita buat yaitu ruko untuk toko bakery yang menu utamanya adalah pie apel, dan metode penjualannya adalah dijual langsung di toko tersebut dan juga dengan sistem franchise dimana reseller dapat menjual dengan berbagai kendaraan keliling.

Setelah solusi final didapatkan maka buat tabel dengan 4 kolom berikut :

  • What worked (apa yang baik untuk dilakukan)
  • What could be improved (apa yang dapat diperbaiki)
  • Apakah ada pertanyaan – pertanyaan baru tentang ide tersebut?
  • Catat ide – ide baru yang mungkin muncul saat diskusi.

Ulangi interasi seluruh proses sampai kolom yang terisi penuh adalah kolom What Worked, dan kolom – kolom lainnya kosong.

Catatan Penting :

Untuk setiap proses batasi waktu sesingkat mungkin, misalnya 5-10 menit per sesi.
Alasannya adalah sebagai berikut :

  • Waktu yang terbatas memicu timbulnya ide – ide yang mendesak yang tidak akan muncul jika kita memiliki waktu lebih panjang.
  • Waktu yang terbatas menghindari terjadinya terlalu mencintai ide kita sendiri karena kita harus ingat bahwa kali ini kita membuat dan mendesain ide untuk orang lain bukan untuk kita, dan apa yang baik untuk kita belum tentu cocok bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *